Taulan (09/0602026) — Pemerintah Desa kini tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang dituntut mandiri dalam merencanakan masa depannya. Kunci dari kemandirian itu berada pada akurasi data.
Menyadari krusialnya hal tersebut, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Enrekang menggelar pelatihan intensif berupa On the Job Training (OJT) Penguatan Sistem Informasi Desa (SID). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Taulan, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, pada Selasa (9/6/2026).
Pelatihan yang berlangsung maraton sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WITA ini dihadiri oleh jajaran inti perangkat Desa Taulan. Tampak hadir Sekretaris Desa, Kepala Urusan (Kaur) Keuangan, Kaur Perencanaan, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, serta Kasi Pelayanan.
Menjadikan Data sebagai "Kompas" Pembangunan
Selama ini, tidak sedikit desa yang menyusun program pembangunan berdasarkan asumsi atau sekadar mengulang program tahun-tahun sebelumnya. Melalui OJT ini, TAPM Kabupaten Enrekang mencoba mendobrak kebiasaan lama tersebut.
Tujuan utama dari penguatan SID ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemanfaatan data berbasis digital untuk pembangunan desa.
"Desa yang maju adalah desa yang mengenali dirinya sendiri melalui data. Dari data SID ini, pemerintah desa bisa memetakan dengan akurat siapa warga yang butuh bantuan, sektor apa yang perlu diintervensi, hingga potensi apa yang bisa didongkrak menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes)," ujar salah satu pemateri dari TAPM Kabupaten Enrekang.
Dengan sistem informasi yang kuat, program yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) maupun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) dipastikan akan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Digitalisasi Manajemen Pemerintahan Desa
Selain fokus pada pembangunan, pelatihan ini juga membedah metodologi peningkatan manajemen pengelolaan pemerintahan desa. Kehadiran para kaur dan kasi dalam kegiatan ini menjadi sangat relevan, karena mereka adalah motor penggerak birokrasi di tingkat tapak.
Beberapa poin krusial manajemen yang diperkuat dalam pelatihan ini meliputi:
- Integrasi Perencanaan dan Keuangan: Kaur Perencanaan dan Kaur Keuangan dilatih untuk menyinkronkan data profil desa dengan penganggaran dalam APBDesa, sehingga tidak ada lagi anggaran yang tumpang tindih.
- Efisiensi Pelayanan Publik: Kasi Pemerintahan dan Kasi Pelayanan dibekali keterampilan mengoperasikan dasbor SID untuk mempercepat administrasi warga, mulai dari pengurusan surat keterangan hingga pengelolaan bantuan sosial.
Melalui digitalisasi ini, manajemen birokrasi Desa Taulan diharapkan bermigrasi dari sistem konvensional yang lambat menuju sistem digital yang serba cepat dan minim kekeliruan (human error).
Langkah Strategis Menuju Desa Mandiri
Ditemui di sela-sela kegiatan, Sekretaris Desa Taulan menyambut baik bimbingan teknis yang diinisiasi oleh TAPM Enrekang ini. Menurutnya, tantangan tata kelola desa ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam mempertanggungjawabkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
"Kami sangat terbantu. Melalui penguatan SID ini, kami diajarkan cara mengelola data secara real-time. Ini bukan sekadar tentang aplikasi, tapi tentang bagaimana kami mengubah pola kerja agar lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ungkapnya optimis.
Dengan selesainya OJT ini, Desa Taulan diharapkan mampu menjadi salah satu pelopor desa berbasis data di Kabupaten Enrekang, membuktikan bahwa kemajuan daerah memang harus dimulai dari penguatan tata kelola di tingkat desa.